Indonesia Negara Merdeka


Banyak orang mengatakan bahwa, Negara Minyak (sebutan untuk negara penghasil minyak) pasti makmur dan sejahtera. Saya tentu sangat setuju dengan pernyataan itu, karena minyak merupakan salah satu Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui, sedangkan jumlah yang membutuhkannya semakin lama semakin banyak. Hal ini membuat minyak menjadi salah satu komoditi yang sangat ‘eksklusif’. Yang pada akhirnya memunculkan pernyataan, “Siapa yang punya minyak, dialah yang berkuasa”.

Tapi tunggu dulu, bukankah Indonesia juga merupakan Negara Minyak? Namun, apakah Indonesia merupakan negara yang makmur dan sejahtera? Saya rasa belum. Kalau begitu kenapa ini bisa terjadi? Terlepas dari masalah ‘koruptor’, kita nampaknya perlu serius membahas masalah Minyak di Negara Minyak ini. Agar ke depan tidak akan ada lagi ‘agenda rutin’ demo kenaikan BBM, (ingat, hal ini sangat ‘saru’, mengingat Indonesia adalah negara penghasil minyak).

Kejadian seperti ini tak lain karena campur tangan ‘asing’. Terlalu banyak perusahaan minyak asing yang bermain di bumi pertiwi ini. Sebagai ‘tamu’, mereka kurang mengerti tentang ‘budi pekerti’ yang baik. Sebagai perusahaan asing yang memerlukan sumber daya di Indonesia, mereka tidak peduli dengan kemakmuran bangsa Indonesia sendiri. Sebaliknya, hanya mengambil keuntungan sendiri, dan membawa keuntungan tersebut untuk negara asalnya. Apakah ini dapat dikategorikan penjajahan? Jawabannya saya serahkan kepada Anda.

Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya mudah, tidak akan ada tamu yang masuk ke rumah, kalau tidak dibukakan pintu oleh pemilik rumah, (kecuali maling). Peraturan pemerintah yang membolehkan perusahaan asing untuk ‘bermain’ di Negara Besar inilah alasannya. Dengan peraturan tersebut, banyak perusahaan yang bisa masuk dan ‘bermain’ secara leluasa di Negeri ini. Tanpa batasan yang ‘keras’ untuk mengatur perusahaan-perusahaan asing tersebut. Sebagai orang awam, saya mau coba bermain peraturan dan angka, misalnya dengan mengharuskan setiap perusahaan asing memberikan 30% keuntungannya kepada bangsa Indonesia. 

Apa? 30 persen? Nggak kurang banyak tuh? Mana ada perusahaan yang mau menyetujui itu?

Hehe... Kalau mereka tidak mau ya sudah, kita cari aja yang mau, selesai. Lagipula, kita kan yang ‘punya’ minyak, kenapa kita harus takut kehilangan mereka. Justru seharusnya mereka yang takut  kehilangan kita, iya kan? 

Tapi kan perusahaan pasti butuh yang namanya market/konsumen...

Hmm, ingat berapa jumlah penduduk Indonesia saat ini? Lebih dari 241 juta jiwa, dan lebih dari 60% nya pengguna Minyak. Dari perspektif seorang pengusaha, ini merupakan ‘market’ yang luar biasa besar tentunya.

Bagaimana dengan peralatan-peralatan untuk pertambangan dan pengolahan minyak itu? Bukankah Indonesia tidak punya alat ‘secanggih’ yang dimiliki asing?

Peralatan canggih itu bisa dibeli dibuat, daripada sekedar membeli, kenapa tidak kita kirimkan saja Putra-Putri bangsa Indonesia untuk mempelajari cara pembuatannya di luar negeri, untuk nantinya dapat membuat ‘alat canggih’ sendiri, di Negeri sendiri, untuk Negeri sendiri. Bukankah itu lebih bagus.

Lalu, SDM nya apakah ada yang ‘sehandal’ SDM asing?

Oh , jangan salah! Banyak Putra-Putri Indonesia yang berjaya di luar negeri. Tidak sedikit dari mereka yang menjadi ‘leader’ dari orang-orang asing di negerinya orang asing.

Terakhir, apakah bisa hal-hal itu direalisasikan? Kok kesannya semudah itu ya...

Sangat bisa, dan memang sangat mudah. Asalkan Bangsa ini mau mempertahankan idealismenya, sebagai Negara yang kaya dan berbudi luhur, tidak mudah diberi iming-iming oleh asing. Ingat, pada era Bung Karno, beliau pernah melakukan hal yang kurang lebih sama seperti catatan saya di atas. Dan beliau berhasil ‘menundukkan’ asing dengan peraturan yang sangat berpihak kepada bangsa Indonesia, dan hal itulah yang menyebabkan Bung Karno tidak disukai oleh ‘asing’. Tapi Beliau tetap menjaga idealismenya, tetap pada pendiriannya.

Tidak hanya pada minyak, karena bukan minyak saja yang kita miliki. Ingat, kita punya 3 elemen penting, Produk-Produsen-Market, di Indonesia semua itu ada. Kita punya minyak, kita kelola sendiri, kita pakai sendiri. Kita punya tambang Emas, kita kelola sendiri, kita pakai sendiri. Kita punya tambang Batubara, kita kelola sendiri, kita pakai sendiri. Kita punya Laut yang kaya, kita kelola sendiri, kita pakai sendiri. Dan seterusnya. Dengan begini, saya yakin Indonesia akan menjadi Negara yang benar-benar Merdeka, tanpa terjajah sedikit pun.

Arif Firman Syah (Flanzka)

No Response to "Indonesia Negara Merdeka"

Posting Komentar


Supported by Doteasy.com -The Free Web Hosting Provider
Wordpress Theme by Graph Paper Press

Copyright 2010 by Work-a-holic Blogger Template.
Blogger Template by Blogspot Templates