Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...
Ditengah-tengah ramainya Pro-Kontra masalah rencana
kenaikkan harga BBM, perhatian saya langsung tertuju pada salah satu petinggi
negeri ini, Widjajono Partowidagdo, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral. Sosok yang ‘nyentrik’ dengan penampilan rambut gondrongnya yang khas
ini, tampil dengan ide-ide yang brilliant, meskipun tidak populer.
Dalam berbagai kesempatan, beliau dengan penuh kesabaran dan
pengertian, menjelaskan pentingnya harga BBM untuk naik, dan tidak
bosan-bosannya untuk mengajak semua masyarakat menghemat energi. Beliau juga
rajin memberikan masukkan-masukkan untuk solusi yang cerdas dan sangat
rasional. Dan semua yang beliau lakukan itu, jauh dari kepentingan politik
belaka, hal ini jelas terlihat ketika banyak masyarakat yang mencerca
ide-idenya itu, namun beliau tetap pada pendiriannya.
Mantan Guru Besar ITB yang lahir di Magelang, pada 16
September 1951 ini, juga mempunyai hobi yang keren, Mendaki Gunung. Sudah
banyak gunung-gunung tinggi di nusantara dan luar negeri yang sudah
ditaklukkannya. Hobi ini sangat melekat erat di jiwa beliau, hingga usia yang
sudah 60 tahun pun, tidak bisa menghalanginya untuk melakukan pendakian.
Terakhir, beliau melakukan pendakian di gunung Tambora, Nusa
Tenggara Barat. Saat melakukan pendakian di gunung itulah, beliau mengalami
sakit yang akhirnya mengantar beliau menghembuskan nafas terakhir.
Melihat hal ini, saya jadi teringat dengan Soe Hok Gie,
aktifis yang juga hobi mendaki, mereka sama-sama idealis dan punya kemauan
untuk memperjuangkan kebaikan bangsa, dan jauh dari kepentingan politik belaka.
Saya juga teringat kata-kata Hiroshima, mantan fotografer asal Jepang yang suka
bergaul dengan alam, kurang lebih seperti ini perkataannya: “Mati dikelilingi
alam, apalagi yang lebih baik?”
Kini, salah satu Putra terbaik bangsa, telah berpulang ke
pangkuan Sang Pemilik, Allah SWT. Semoga semua amal ibadahnya diterima oleh
Allah SWT, dan diampuni segala kesalahannya. Aamiin...
**)Tulisan ini saya dedikasikan untuk mengenang semangat dan
idealisme salah satu Tokoh kebanggan saya, Widjajono Partowidagdo, Phd.
Arif Firman Syah

No Response to "Selamat Jalan, Guru Besar"
Posting Komentar